Plant Factory with Artificial Lighting Pertanian Masa Depan Indonesia
Pernahkah kita mendengar Plant Factory ? apa hubungannya dengan artificial lighting ? yup,
jelas saat ini keduanya cukup banyak diperbincangkan dan cukup serius
untuk dikembangkan sebagai solusi pemenuhan kebutuhan pangan Dunia. Plant Factory with Artificial Lighting (PFAL) dikenal juga sebagai sistem produksi tanaman tertutup.
![]() |
| Contoh Plant Factory with Artificial Light dengan memanfaatkan cahaya LED. |
PFAL adalah sistem pertanian indoor dengan
kondisi mikroklimat yang terkendali untuk meningkatkan produktivitas
hasil pertanian. Sesuai dengan namanya, sistem pertanian ini
memanfaatkan teknologi pencahayaan buatan dengan menggunakan lampu.
Pemanfaatan
lampu sebagai pengganti cahaya matahari adalah karena tidak menentunya
kondisi cuaca di berbagai belahan Dunia karena perubahan iklim yang
ekstrim. Lampu yang biasa digunakan untuk PFAL adalah lampu LED (Light
Emitting Diodes).
Penggunaan lampu LED bukan tanpa alasan, hal itu karena lampu LED merupakan lampu yang sangat efisien dan ramah lingkungan.
Oleh karena itu, lampu LED sangat cocok untuk kegiatan produksi
komoditas pertanian yang memiliki rentang waktu yang cukup panjang dan
biaya yang murah. Selain itu, lampu LED juga memiliki keunggulan dengan
memilah spektrum yang spesifik, sehingga cahaya yang dipancarkan bisa
sangat akurat untuk satu warna saja seperti merah, biru, hijau dan
kuning.
Pada
umumnya, tanaman tidak memanfaatkan seluruh cahaya matahari yang
memiliki cahaya polikromatik (memiliki beberapa warana jika diuraikan
menggunakan prisma segitiga), namun hanya menggunakan spektrum warna
biru dan merah untuk melakukan proses fotosintesis. Cahaya biru memiliki
spektrum cahaya yang paling pendek diantara spektrum cahaya tampak
lainnya, yaitu di rentang 460-470 nm.
Sebaliknya, cahaya merah
memiliki spektrum cahaya yang paling panjang diantara spektrum cahaya
tampak lainnya, yaitu pada rentang 640-650 nm. Dikarenakan hanya
spektrum cahaya biru dan merah saja yang dibutuhkan oleh tanaman untuk
proses fotosintesis, menjadikan lampu growth light (lampu pertumbuhan tanaman untuk pertanian dalam ruangan) terdiri dari penggabungan warna biru dan merah.
Warna
hijau dan kuning cenderung tidak dimanfaatkan oleh tanaman untuk proses
fotosintesis, sehingga kedua warna tersebut cenderung dipantulkan oleh
tanaman. Itulah sebabnya kebanyakan daun berwarna hijau.
![]() |
| Kombinasi lampu LED warna merah dan biru dengan perbandingan 2:1. |
Apakah tanaman yang tumbuh dengan cahaya
buatan hasilnya bagus dan memiliki kandungan gizi yang baik ? Tentu
saja, tidak ada bedanya pemberian cahaya buatan dengan tanaman yang
tumbuh dengan cahaya matahari. Cahaya yang diberikan pada tanaman
nantinya akan diserap oleh pigmen fotosintesis dan fotoreseptor.
Spektrum cahaya berwarna biru banyak diserap oleh pigmen klorofil dan karotenoid serta diserap oleh fotoreseptor chryptochrome, phototropins dan ZEITLUPE proteins, sedangkan untuk spektrum cahaya merah akan banyak diserphytochrome .
ap oleh pigmen klorofil dan fotoreseptor
Oleh karena itu, cukup dua spektrum cahaya saja sudah bisa menumbuhkan tanaman yang penuh kandungan gizi.
Indonesia
kan negara tropis, kenapa harus ribet bikin beginian ? apakah masih
relevan untuk Indonesia yang cahaya sinar matahari nya melimpah ? Eits
tunggu dulu, ini memang masih banyak sekali yang mempertanyakan, tapi
jika dilihat dari beberapa bulan terakhir cukup banyak petani yang gagal
panen akibat kondisi cuaca yang ekstrim loh.
Ada yang hasil
panennya tergerus banjir bandang, tanaman yang kekeringan akibat kemarau
panjang, bahkan ada hasil panen yang terserang hama dan banyak sekali
kerugian lainnya akibat cuaca yang ekstrim.
Oleh karena itu, mau
tidak mau Indonesia harus ikut mulai mempersiapkan teknologi PFAL
sebagai salah satu solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan
nasional.
Ditambah lagi dengan permintaan konsumsi masyarakat
Indonesia akan sayuran hijau terus meningkat tiap tahunnya. Dengan
kondisi ini kita tidak boleh berdiam saja, perlu kontribusi semua pihak
untuk mencapai #ZeroHunger pada 2030 yang diprediksi Indonesia akan
menjadi negara negara penduduk terbesar ketiga di Dunia.
Referensi
- Kozai, T., Niu, G., & Takagaki, M. (2016). Indoor Vertical Farming for Efficient Quality Food Production. In Plant Factory. USA: Elsevier Inc.
- Gupta, S. D. (2017) Light Emitting Diodes for Agriculture: Smart Lighting. Edited by S. D. Gupta. Singapore: Springer Nature Singapore Pte Ltd.
- Ouzounis, T. et al. (2015) 'Predawn and high intensity application of supplemental blue light decreases the quantum yield of PSII and enhances the amount of phenolic acids, flavonoids and pigments in Lactuca sativa', Front Plant Science, 6(19). doi: 10.3389/fpls.2015.00019.
- Terashima, I. et al. (2009) 'Green Light Drives Leaf Photosynthesis More Efficiently than Red Light in Strong White, Revisiting The Enigmatic Question of Why Leaves are Green', Plant and Cell Physiology, 4(50), pp. 684--697.


Comments
Post a Comment